Thursday, March 31, 2011

Betapa Naifnya Diriku Ini





Sejak semula, aku tlah merasakannya
Namun karena aku yang malu pada diriku,
Semua kubiarkan lewat begitu saja

Sekian waktu berlalu
Rasa ini terus saja kembali muncul
Kemudian datanglah sebuah ilmu padaku
Ilmu yang berkata bahwa rasa ini tidaklah benar
Ilmu ini seakan memberi dorongan baru
Dan memberiku kekuatan untuk membohongi diri



Saat orang lain bertanya padaku
Kubilang bahwa rasa ini memang salah
Tapi di sisi hatiku yang lain
Akupun merasakan perasaan ini
Dan hingga kini aku masih sulit menghindari

Semenjak itulah aku sadar
Betapa Naifnya diriku ini

Read More..

Monday, March 28, 2011

Bagaikan Bulan dan Matahari




Ibarat matahari dan bulan,
Saat matahari tenggelam, sang bulan bersinar
Tapi saat matahari kembali, bulan meredup lagi

Begitupun diriku
Terangku semata mata hanya karena cahayamu
Saat engkau tiada lagi denganku
Saat itulahaku meredup lagi




Dari semula
Aku memang tak mampu menerima cahayamu
Yang hingga kini kupaksakan untuk menerangiku

Sungguh
Cahayamu memang terlalu terang bagiku

Read More..

Sunday, March 20, 2011

Jangan Hentikan Keluhmu Itu






Keluh kesah lembutmu
Memenuhi setiap sendi malamku
Memaksaku besyukur
Akan tiap ketegaran yang kudapati

Namun maaf
benar benar maaf
Akupun tidak sekuat itu
Setegar karang menghadang tiap ombak datang



Hingga rintihan yang menghampiri malamku
Hanya berbalas kepedihan yang sama pula
Bahkan mungkin,
Keluhku jauh lebih memalukan

Namun aku cukup bahagia
Karena setidaknya
Untuk setiap kepedihan yang datang
Akan ada yang mengeluh bersamaku

Mungkin mereka memandangku kuat
Namun sungguh
Kata lembutmulah yang buatku bertahan
Entah bagaimana diriku
Jika tak kudapati semangatmu itu

Bagiku
Disetiap keluh kesahmu
Engakulah kekuatan itu
Yang akan selalu mampu bertahan
Sedari mula, tengah
Hingga di akhir perjuangan

Karenanya kumohon
Tetaplah bertahan
Bersama menghalau tiap kepedihan
Karena bagiku
Engkaulah kekuatan itu

Untuk yang selalu mengeluh disana...
Tetaplah mengeluh...
Karena dibalik keluh kesahmu itu...
Engkaulah yang paling sanggup bertahan...
Karena bagiku...
Dirimulah kekuatan itu...

Surabaya, 20 Maret 2011
Areyessintesis
Read More..

Tuesday, March 15, 2011

Pertama (Hikayah Titik Koma #1)

Saat pertama aku melihatmu
Timbullah sebuah tanda Tanya
Saat aku melihatmu bicara
Timbullah tanda seru
Menggebu gebu
Di dalam hatiku

Semakin aku melihtmu
Semakin besar si tanda Tanya
Tapi, timbul pula sedikit koma
Akankah kau sudah takbisa



Ah, persetan dengan koma
Tanda Tanya mengalahkan segalanya
Kuberanikan mendekatimu
Dengan apa adanya diriku

Saat aku melihatmu
Saat kau bicara padaku
Kurasa jantungku berhenti
Hidup seakan mati suri

Kini,
Saat kata ini harus terhenti
Dengan sebuah titik
Seribu tanda tanya
Masih mengganjal hati
Apa…?
Mengapa…?
Bagaimana…?
Dan seterusnya
Hingga terpakai semua kata

Oh titik
Mengapa engkau harus ada
Hingga
Menghentikan lamunanku tentang dia
Titik
Read More..

Sunday, March 13, 2011

Diantara Dua Pilihan

Liburan yang menyenangkan
Tiba tiba berubah
Hanya karena dua buah pilihan
Ya, dua buah pilihan menyebalkan



Tapi apa daya
Salah stunya harus dikerjakan
Pekerjaan yang sama sama menyulitkan



Ini bukanlah keluhan
Ini hanya ungkapan
Tentang dua pilihan menyebalkan
Dimana salah satunya
Harus dikerjakan

Hingga tulisan ini kuakhiri
Masih terdapat kebingungan di hati
Tentang apa yang harus kutulis nanti
Read More..

Friday, March 4, 2011

Teruntukmu Gadis yang Selalu Kutunggu

Andai engkau tahu
Sebuah jiwa yang kan merengkuhmu
Segumpal hati yang ingin berbagi rahasia
Sebentuk bibir yang kan selalu tersenyum padamu
Sebidang dada yang menunggumu tuk bersandar
Sepasang bola mata yang terus memandang
Dengan kucuran air mata
Menanti kau datang dari kejauhan
Jemari yang kan mengusap peluhmu, menghapus air matamu


Namun tak perlu kau tahu
Biarlah ku tetap disini
Menunggu penuh rindu
Menanti tuk jadi tulang rusukmu
Berharap kan selalu bersamamu
Tuk arungi waktu....

Bersama sama
dalam duka
dalam bahagia
menunggu ketentuanNya
Read More..