Friday, April 22, 2011

Berawal Dari Sebuah Titik (Hikayah Titik Koma #2)




Semua berawal dari sebuah titik
Dalam keadaan sama
Dalam keadaan buta
Tanpa sela, tanpa rasa
Diri terasa istimewa
Walau nyata biasa

Ketika titik mulai berubah
Menjadi sebuah koma
Terbukalah sebuah indera
Keadaan taklagi sama
Indera merasa berbeda
Tanpa sela, ada rasa
Diri terasa makin istimewa
Dengan rasa didalamnya
Dengan bimbang dibaliknya



Semua harus berakhir
Dengan sebuah titik
Keadaan taklagi sama
Terasa istimewa
Walau jiwa
Gundah gulana,
gegap gempita
Hancur

Kapankah kiranya
Kau tahu rasa
Di dalam dada

Hingga akhirnya,
Bait ini harus berakhir
Dengan sebuah titik
Read More..

Wednesday, April 20, 2011

Tetaplah Berdiri




Dahulu semua terasa begitu berat
Menempuh jarak berpuluh puluh
Meronta berlinang air mata

Hingga saat inipun,
Sedihku tiada pernah henti
Menghadang aral silih berganti
Menahan setiap kesakitan



Satu hal yang melegakan hati
Bahkan hingga kini kumasih berdiri
Dan lebihnya lagi
Engkaupun berdiri
Entah berapapun luka yang kaualami
Entah kapan semua terobati

Akankah mampu ku lewati
Jalan berduri yang telah menanti
Debu yang akan menyapa mata
Angin yang akan mematahkan setiap asa

Mungkin tidak akan mampu bila sendiri
Namun bila bersamamu,
Keyakinanku pasti


Surabaya, 14 April 2011
Terajut bersama kekagumanku padamu
Atas ketegaran yang tak pernah pudar
Atas kesabaran yang tak pernah habis
Terlebih, atas semangat yang terus memancar
Read More..

Sepucuk Surat Cintaku



Assalamualaikum wr.wb.



Dik…

Untuk kesekian kalinya kita bercakap-cakap. Walaupun tidak saling bertatap muka, walaupun isi pembicaraanya tidak melewati batas-bats kewajaran, tapi hati merasakan sesuatu. Sejujurnya, di hati ini saya menolak. Saya takut di balik niat baik kita tersebut (insyaAllah), syaitan selalu menanti kelengahan kita. Saya takut, yang semula niat suci hanya untuk minta keridhaan Allah swt, tercemari oleh nafsu-nafsu dunia. Di balik- percakapan-percakapan kita tersebut, timbul rasa senang.

Syaitan sudah memasang perangkapanya di hati ini. Saya takut hati yang semula ikhlas, menjadi timbul penyakit-penyakit hati. Sedangkan Allah telah berfirman.” Dan jangalah kamu dekati zina, sesungghnya zina itu adalah sesuatu perbuatan keji dan buruk.” (al isra:32)



Dulu, hati ini pernah mengalami seperti itu. Sekarang saya ingin menata hati ini yang telah terpecah-pecah hanya untuk mengharap ridhaNya. Mungkin engkau bisa menjaga hatimu. Tapi aku? Aku butuh perjuangan keras agar jangan sampai terjatuh untuk yang kedua kalinya. Padahal aku sudah memintamu agar bisa membicarakan persoalan melalui email. Dengan email, hanya pokok persoalan saja yang tertuang. Tidak ada senda gurau, kalaupun ada hanya sebuah simbol senyum. Awalnya, engkau terima saran ini. Selanjutnya mungkin engkau lupa pesanku tersebut. Saya hanya bersuudzon, karena hanya alternatif ‘lupa’ itu saja yang bisa ku temukan.



Dik..

Kalau memang sudah ditakdirkanNya, saat-saat itu hanya tinggal beberapa bulan lagi. InsyaAllah. Bersabarlah Dik, janganlah engkau torehkan sebersit garis hitam selama penantian itu. Saya yakin, engkau tidak bermaksud menorehkan noda tersebut.

Kelak, bila masa tersebut telah tiba, semuanya menjadi milikmu. Yang dulunya diharamkan oleh Allah, menjadi halal bagimu. Tapi tunggulah untuk beberapa saat. Sebentar lagi. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui suatu ikatan, Allah akan memberikan banyak keindahan dan kemuliaan.



Dik …

Semula saya menerimamu karena dien yang engkau miliki. Bukan karena harta atau keluarga engkau. Aku ingin kelak engkau bisa membimbingku untuk selalu bisa berjalan di jalanNya. Aku ingin kelak bisa berdakwah bersama engkau. Aku ingin.. ingin… dan semua keinginan muncul, setelah engkau meminta kesediaanku untuk menemanimu dalam menempuh kehidupan ini. Aku khawatir, semuanya akan kandas di tengah jalan sebelum masa penantian tersebut tiba. Tentu engkau tidak mengharapkan hal itu terjadi.

Bantu aku Dik, bantu untuk tidak selalu sering berhubungan. Hati ini masuh rapuh sekali, retakan2 hati ini masih basah, belum merekat dengan erat. Jangan sampai retakan2 itu kembali menjadi puing. Sungguh, sulit sekali bagiku untuk menatanya lagi.



Dik …

Aku mohon periksalah hati ini. Sudah niat diikhlaskan hanya untuk mendapatkan ridha Allah? Atau karena ada yang lain? Karena kekecewaan terhadap seseorang atau lingkungan yang tidak sesuai harapan? Allah maha pengampun Dik, menangislah mohon ampunan apabila niat tersebut sudah berubah ke jalannya syaitan. Istighfarlah Dik.

Malam ini, aku bermunajat kepadaNya. Mohon diluruskan jalan yang akan aku tempuh. Mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah aku lakukan sebagai makhluk yang tidak luput dari kealpaan. Ya Rabbi, bersihkan hati ini dari kotoran-kotoran yang membuat hamba lalai dalam beribadah. Dari kejahatan-kejahatan teselubung yang tiada hamba sadari. Ampuni hamba ya Allah. Amin.



Dik …

Semoga ini mewakili aku yang tidak berani menghubungimu. Dan semoga engkau mengerti alasan mengapa selama ini aku jarang sekali untuk memulai suatu pembicaraan. Sekali lagi maaf, bila hal ini mengganggu engkau, ini semata2 aku lakukan buat kemaslahatan kita bersama.

Jazakumullah khairan katsira.
Wassalamualauk wr.
(dikutip dari artikel dg sedikit editan)

sumber : http://ukki.eepis-its.edu/
(silahkan tag siapa saja yg mau di tag)
Read More..

Sunday, April 17, 2011

Aku Benci Keadaan Ini



Ini memang sama sekali bukanlah keadaan yang baik
Ingin sekali rasanya aku memaki, mencaci,
Dan meludahi semua yang terjadi

Namun bagaimanapun jua
Tidaklah mampu kuubah nyata
Bahwa disinilah aku tumbuh
Disini kutemukan hidup
Dan disini pula aku menemukan diriku
Aku dengan segala baik dan burukku



Haruskah kumaki kedadaan yang membuatku begini
Ataukah harus kunikmati,
Meski sakit tidak terperi

Maka manusia,
Bersyukurlah
Ketika keadaan adalah sama dengan impianmu


Ponorogo, 16 April 2011
Betapapun aku membenci keadaan ini,
Kenyataanya, disinilah kutemukan hidup

Read More..

Sunday, April 10, 2011

Salahku




Engkau datang
Dengan luka yang tak jarang
Mengerang, menangis kesakitan
Bahkan membenci setiap yang datang

Mungkin kau terlalu tersakiti
Hingga tiada lagi mampu berdiri
Mungkin kau terlalu membenci
Hingga tiada lagi mampu membuka hati

Dan kuberikan semampuku
Tentang hati
Tentang cita
Dan tentang menerjang tiap aral melintang



Namun bukan,
Bukan rasa
Hanya inginkanmu berdiri
Dan kembali menyapa dunia

Ataukah kau terlanjur salah kaurasa
Hingga membuatmu kembali luka
Bukan, bukan karena dunia
Namun karena aku

Aku yang menuntunmu kembali berjalan
Aku yang menghampiri saat luka kaualami
Aku yang menyalakan semangat itu lagi
Aku yang pernah membukakan mata hati

Namun apapun jua
Luka itu terlanjur kembali menganga
Mengalir disetiap nadi
Menjalar di sela sela sendi

Mungkin aku ingin memaki
Mungkin kau ingin mencaci
Memuntahkan segala kebencian rasa
Melampiaskan segala kecemburuan dendam

MAkilah, Cacilah
Aku akan tetap bahagia
Karena setidaknya, engkau telah kembali berdiri
Dan kembali menatap hidup penuh duri

Mungkin memang aku salah
Telah pernah hadir pada hati yang salah
Namun akau akan tetap bahagia
Karena setidaknya, engkau telah kembali berdiri
Dan kembali menatap hidup penuh duri


Surabaya, 10 April 2011
Maafkan atas segala kelancanganku,
Yang pernah hadir di hari harimu,
Semoga engkau tetap akan berdiri,
Menatap hari hari penuh duri,
Read More..

Friday, April 8, 2011

Kenapa Hati




Hati,
Kenapa bertemu disaat begini
Saat saat kesendirian menghampiri

Hati,
Kenapa harus begini
Mengoyak hati atas prinsip yang ingin kuyakini

Hati,
Kenapa seolah memberi hati
Disaat semua terasa pergi

Hati,
Kenapa selalu samar begini
Padahal ku takmampu mengartikan setiap getaran ini





Hati,
Kenapa seolah engkau peduli
Pdahal bukan sanak, bukan saudari

Hati,
Kenapa selalu ingin bersama
Padahal bukan sepasang sejiwa

Hati,
Kenapa tiba tiba pergi
Padahal hati menunggu disini

Hati,
Mengapa kurasa kehilangan
Padahal tak pernah aku memiliki

Hati,
Kenapa lari
Padahal dahaga ini belum terobati

Hati,
Kenapa selalu datang dan pergi
Dan selalu menyisakan luka hati

Hati,
Sebaiknya engkau pergi
Karena aku tak ingin ada sakit lagi

Hati,
Janganlah engkau datang lagi
Biarlah hati sendiri disini

Hati,
Aku ingin kembali
Kembali pada kebenaran sejati yang kuyakini

Hati,
Aku ingin hidup dalam kebenaran sejati
Kebenaran yang datang dari Ilahi

Hati,
Dengan keyakinan ini
Mampukah aku menjaga hati hingga nanti,Dari hati hati yang silih berganti

Hati,
Bagiku hati itu suci,
Harus dijaga,
Dan dipertanggung jawabkan di hadapan Ilahi

Hati,
Akan kujaga engkau sampai nanti
Dan akan pasrahkan hanya pada dia yang pula menjaga hati

Hati,
Akan tetap kujaga hingga nanti
Hingga datang dia yang juga menjaga hatiUnruk bersama sama, menghadapkan hati pada Illahi

Hati,
Akan kujaga keyakinan ini
Semoga semua halang dan rintang tidak akan menjatuhkan hatiku lagi

Read More..