
Engkau datang
Dengan luka yang tak jarang
Mengerang, menangis kesakitan
Bahkan membenci setiap yang datang
Mungkin kau terlalu tersakiti
Hingga tiada lagi mampu berdiri
Mungkin kau terlalu membenci
Hingga tiada lagi mampu membuka hati
Dan kuberikan semampuku
Tentang hati
Tentang cita
Dan tentang menerjang tiap aral melintang
Namun bukan,
Bukan rasa
Hanya inginkanmu berdiri
Dan kembali menyapa dunia
Ataukah kau terlanjur salah kaurasa
Hingga membuatmu kembali luka
Bukan, bukan karena dunia
Namun karena aku
Aku yang menuntunmu kembali berjalan
Aku yang menghampiri saat luka kaualami
Aku yang menyalakan semangat itu lagi
Aku yang pernah membukakan mata hati
Namun apapun jua
Luka itu terlanjur kembali menganga
Mengalir disetiap nadi
Menjalar di sela sela sendi
Mungkin aku ingin memaki
Mungkin kau ingin mencaci
Memuntahkan segala kebencian rasa
Melampiaskan segala kecemburuan dendam
MAkilah, Cacilah
Aku akan tetap bahagia
Karena setidaknya, engkau telah kembali berdiri
Dan kembali menatap hidup penuh duri
Mungkin memang aku salah
Telah pernah hadir pada hati yang salah
Namun akau akan tetap bahagia
Karena setidaknya, engkau telah kembali berdiri
Dan kembali menatap hidup penuh duri
Surabaya, 10 April 2011
Maafkan atas segala kelancanganku,
Yang pernah hadir di hari harimu,
Semoga engkau tetap akan berdiri,
Menatap hari hari penuh duri,
No comments:
Post a Comment