Sunday, June 26, 2011

Diam




engkau mengacuhkanku
saat aku diam
engkau melupakanku

sakit memang
ah
tapi mungkin ini memang nasibku

jadi
biarlah kini aku belajar diam
diam dan hanya diam

biarlah aku berbicara dengan diam
biarlah aku berbicara tanpa kata kata
biarlah aku berbicara tanpa ucapan
dan biar pula aku bicara dengan sepiku
sepi yang muncul saat kau acuhkan aku



kuharap
engkau akan mendengar ucapanku dalam diam ini
kuharap
engkau akan mengerti rasaku dalam diam ini

bukan didengar oleh telinga
tetapi didengar oleh hati
hati hati yang telah pergi menjauhi hatiku
menjauh tanpa tertiup angin
menjkauh tanpa tertimpa hujan

semoga engkau akan mendengar diamku ini
karena semenjak hati hati itu pergi
aku mulai belajar
bahwa orang lebih senang mendengar keheningan
daripada kebisingan kata kata bualan

Diantara kediamanku
terselip sebuah harap
Engkau kan kembali

Disela kediamanku
terselip sebuah harap
Engkau kan menjaga dan menanti

Dibalik kediamanku
terselip sebuah harap
Tuhan menjagamu untukku

Karena engkaulah hati
Karena aku akan tetap diam
Hingga waktunya nanti

semoga engkau mendengar
teriak hatiku dalam diam


Kurajut kata disetiap kepingan ragu
Ragu akan diriku
Ragu akan kebenaranku

Kurajut kata ini untukmu
Yang diberikan Allah padaku
Entah siapapun dirimu
Entah kamu
Entah dia
Entah siapa

Semoga Allah menjagamu
Semoga Allah menjagaku


No comments:

Post a Comment