Saturday, December 31, 2011

Harap




Raga yang mulai lelah
Gontai berjalan kian pelan dan tanpa arah
Keringat, darah bercucuran
Membasahi tiap langkah

Namun besarnya penderitaan
Tidaklah mungkin mampu menggugurkan tiap kewajiban
Kecuali tlah purna terlaksana
Meski dengan keringat, dan tetes darah



Entahlah
Nyatanya hingga kini kumasih mampu berdiri

Semoga di hari hari nanti
Masih dapat kujumpai senyum itu disetiap pagi
Ibu, ayah, kamu, tetaplah tegar menanti
Read More..

Friday, July 22, 2011

Hikayah Titik Koma 4 (Lamunanku)




Ini saatnya.
Ini waktunya

Tiit, tiit…
Bunyi ponsel butut dengan antenna besarnya
Yang akupun tak tahu tipenya
Sebuah pesan terbaca

“hei, dah siap lom.
Cpt brangkat yach, acaranya dah mo mulai ni.”

“iya, ntar lagi aku juga brangkat ko’.”


Semua sudah siap
Hanya stu yang belum
Yaitu aku
Semua ritual sudah kujalal
Tetap gagal
Hanya tinggal Satu
Do’a do’a yang terus terucap
Akupun taktahu do’a apa itu
Hingga lidahku kelu

Pada saatnya
Semua ritual, jampi dan do’a
Serta jurus jurus pernafasan yang telah kupelajari
Semua takberfungsi
Tak berguna
Mati

Diri serasa mayat hidup
Yang hatinya mati
Dalam raga yang bernyawa

Hanya dirimu
Sedikit perhatianmu
Sapa lembutmu
Yang aku tunggu

Untuk menghidupkanku
Dari mati suriku
Membuatku merasa hidup
Dalam hati yang telah mati

Pada hari hari berikutnya
Hari hariku takkan bermakna
Tanpa dirimu,
Hanya akan terbanjiri
Oleh lamunanaku
Tentang perasaanku
Tentang diriku
Tentang dirimu

Puisi ini belum berakhir
Dan takkan pernah berakhir
Sekalipun habis
Kata di dunia ini
Karena tiada suatu kata
Mampu menggambarkan perasaanku
Tentang diriku
Tentang dirimu
Tentang lamunanku
Read More..

Wednesday, July 6, 2011

Dipersimpangan kuberdiri




Aku
Citaku kutuju
Egoku adalah citaku
Cita yang jadi jawabku
Jawaban atas keraguan
Jawaban atas pertanyaan

Bilapun perlu
harta ku ikhlaskan untuk citaku
Bilapun perlu
Ragapun kuberi



Tapiku manusia
Bukan dewa
Malaikat
Nabi

Kuatku bukan aku
Kuatku Tuhanku
Kuatku sahabatku
Kuatku
Dirimu

Dipersimpangan kuberdiri
Haruskah
Menghadang jurang berduri
Mendekat cita
Ataukah
Memilih jalan pasti
Entah mana ujungnya

Adakah salahku
Memuja nafsu
Menjawab ragu dunia
Bahwa aku ada

Dipersimpangan kuberdiri
Menangis meratap diri
Di persimpangan kuberdiri
Mengharap sahabat tuk berbagi
Dipersimpangan kuberdiri
Jalan mana harus kulalui
Read More..

Sunday, June 26, 2011

Diam




engkau mengacuhkanku
saat aku diam
engkau melupakanku

sakit memang
ah
tapi mungkin ini memang nasibku

jadi
biarlah kini aku belajar diam
diam dan hanya diam

biarlah aku berbicara dengan diam
biarlah aku berbicara tanpa kata kata
biarlah aku berbicara tanpa ucapan
dan biar pula aku bicara dengan sepiku
sepi yang muncul saat kau acuhkan aku



kuharap
engkau akan mendengar ucapanku dalam diam ini
kuharap
engkau akan mengerti rasaku dalam diam ini

bukan didengar oleh telinga
tetapi didengar oleh hati
hati hati yang telah pergi menjauhi hatiku
menjauh tanpa tertiup angin
menjkauh tanpa tertimpa hujan

semoga engkau akan mendengar diamku ini
karena semenjak hati hati itu pergi
aku mulai belajar
bahwa orang lebih senang mendengar keheningan
daripada kebisingan kata kata bualan

Diantara kediamanku
terselip sebuah harap
Engkau kan kembali

Disela kediamanku
terselip sebuah harap
Engkau kan menjaga dan menanti

Dibalik kediamanku
terselip sebuah harap
Tuhan menjagamu untukku

Karena engkaulah hati
Karena aku akan tetap diam
Hingga waktunya nanti

semoga engkau mendengar
teriak hatiku dalam diam


Kurajut kata disetiap kepingan ragu
Ragu akan diriku
Ragu akan kebenaranku

Kurajut kata ini untukmu
Yang diberikan Allah padaku
Entah siapapun dirimu
Entah kamu
Entah dia
Entah siapa

Semoga Allah menjagamu
Semoga Allah menjagaku


Read More..

Friday, June 24, 2011

Hikayah Titik Koma #3 (Smara Dhahana)




Semua berawal dari sebuah titik
Titik penutup prosa
Cerita yang telah lama

Kini,
Ketika titik mulai pudar
Teriring sajak sajak baru
Mengawali prosa panjang
Tanpa batas
Tanpa ujung
Tentang aku
Tentang kamu
Tentang kita
Tentang lamunanku
Tentang smara dhahana

Ketika titik mulai pudar
Prosa panjang tergelar



Pertama jumpa
Hambar
Jumpa kedua,
Kagumku memantik smara dhahana
Meski samara terasa
Ketiga dan seterusnya
Indera takkuasa merasa
Terlalu banyak rasa
Kagum puja
Takut suka
Membaur
Melebur
Menghancurkan indera perasa
Hingga implus tak lagi terbaca
Apa yang kurasa

Saatnya segera tiba
Debar
Getarjiwa

Tuhan
Tolonglah sahaya
Read More..

Tuesday, June 21, 2011

Samar




Ora sedhela anggone bebarengan
Anandhang bungah susah aniti mongso
Ngangsu kawruh sejatining jalma
Nadyan ingsun amung kawulo
Ananging rasaku tan ono liyo

Tansoyo dangu
Tuwuh roso sajroning dodho
Roso kang ingsun dewe ora mangerteni opo
Opo to semono ugo ing sariro ?
Amargo netro datan kuat anyawang roso
Amung sarwo samar sedayane



Mbuh sebab opo
Lati koyo anggregeli
Rogo amung tansah nglokro
musno sakabehing doyo
Kabotan roso sajroning dodho

Siro datan biso mangerteni
Amargo ingsun ora nate wani
Mung tansah anyidrani
Anekak kareping ati

Anggonku memuji

Maturo duh yayi
Amargo ingsun datan angerti kocaping ati
Amargo ingsun datan angerti wasesaning netro
Amargo ingsun tan biso anyawang lelaku
Amargo ingsun datan waskitho ing roso

Maturo duh yayi
Kandakno sedayaning roso
Ingkang tansah angreridu ati

Roso ing atiku iki
Opo to siro ugi ?

Rinakit dening samar, kang ora pikantuk pepadhang
Amargo siro wus kebacut ilang, sumingkir saking rejaning jaman
Suroboyo, 19 Mei 2011
Read More..

Tuesday, June 14, 2011

Katresnan Jati




Katresnan puniko
Sanes rojo tuwin brono
Ananging raos
Ingkang rerakit ing dalu kaliyan rino


Katresnan puniko
Rinoncening bungah kaliyan susah
Antawisipun kalih manah
Sesarengan anetepi laku kasampurnan



Tresno puniko kasampurnan
Kekalih ingkanag anyampurnakaken lintunipun
Kasampurnanipun ingkang kakung, jumeneng dateng ingkang estri
Semanten ugi kasampurnanipun kang estri
Tansah jumeneng dating pun kakung


Tresno puniko bebener
Kang lumampah pinuju kamulyan bebrayan agung
Amargi tresno ingkang tanpi bebener
Namung badhe andamel kapitunan


Tresno puniko suci
Mulo kedah dipun uri uri
Supados saget anggayuh kabagyan jati


Tresno puniko brahmo
Angapuro sedayaning kalepatan
Sesarengan anyenyuci
Pinuju kabagyan jati


Tresno puniko sabar
Sabar anglampahi pepesthi
Sabar anyenyuwun
Mring Gusti Allah kang Maha Widhi
Mugi tansah pinaringan katresnan jati
>
Read More..

Wednesday, May 18, 2011

Katakanlah




Tidaklah sebentar kita bersama
Dalam sedih dan duka jalani masa
Bersama mereka para manusia luar biasa
Memang aku bukanlah istimewa
Namun semua ini tak akan ada duanya

Setelah sekian lama
ternyata muncul sebuah rasa
Namun ku tak pernah tau denganmu
Entah Apakah dihatimu rasa inipun ada
rasamu itu tak mampu kulihat mata
Hanya samar terasa ada



Entah ada karena apa
lidah selalu kelu tuk ungkapkannya
Raga seolah lemah tak berdaya
Sekalipun hati berat membawa rasa dan tanya

Mungkin rasa ini tak akan pernah terkata
Karena ku hanya mampu bersembunyi
Dibalik tirai persahabatan
Dan berbagai kebohongan yang kupaksakan

Kini
hanya satu yang aku tunggu

Katakanlah
Karenaku manusia tak mengerti bahasa hati
Karenaku manusia tak bisa membaca mata
Karenaku manusia tak mampu melihat perilaku
Karenaku tak sanggup mengartikan getaran ini

Katakanlah padaku
apapun rasamu itu



Terangkai bersama rahsa
Yang tidak mendapat jawabnya
Karena engkau terlanjur pergi
Menghilang dibalik gelap kehidupan




Read More..

Sunday, May 8, 2011

Manusia




Datang
Ambil yang diinginkan
Dan hilang
Tak usah tengok belakang


Kebersamaan
Hanya cadar
Menyelimuti keinginan
Menyelimuti tujuan

Ketika dibutuhkan
Mengalir ribuan jawaban
Yang hanya satu muaranya
Ketidakmauan



Kawan
Tidak akan pernah ada teman
Tidak akan pernah ada kebersamaan

Yang ada hanyalah aku
Dan lawan
Bertahan
Atau kehancuran

Sahabat adalah diri sendiri
Lainnya hanya musuh
Atau kawan
YAng sebentar lagi menjadi lawan

Karena memang begitulah
MAnusia




Turut teruntai bersama luka
Dari seorang yang pernah percaya akan adanya teman
Yang barulah tersadar
Bahwa yang ada hanya lawan


Surabaya, 8 Mei 2011
Areyessintesis


Read More..

Tuesday, May 3, 2011

Sendiri




Lama sudah aku nanti
Tetap bertahan bersama ujian
Yang mendera bergantian
Menunggu kata "kebersamaan" yang aku yakini

Namun kusadari kini
Bahwa keyakinanku ini
Hanyalah ilusi yang akan menguap
Setelah nafsu terpenuhi

Kini semakin kusadari
Bahwa seisi dunia ini
Yang ada hanyalah aku
Dan juga kesendirianku



Tidak pernah ada kita
Karena kita adalah fana
Saat pandang tiada lagi sama

Yang ada hanyalah aku
Mimpi mimpiku
Dan usahaku
Serta keberhasilanku

Atau jika itu tidak terjadi
Yang akan ada hanyalah keterpurukanku
Dan kehancuranku


Terangkai bersama keraguanku,
Akan kebersamaan yang kalian dengungkan...

Surabaya, 20 JAnuari 2010
Areyessintesis
Read More..

Friday, April 22, 2011

Berawal Dari Sebuah Titik (Hikayah Titik Koma #2)




Semua berawal dari sebuah titik
Dalam keadaan sama
Dalam keadaan buta
Tanpa sela, tanpa rasa
Diri terasa istimewa
Walau nyata biasa

Ketika titik mulai berubah
Menjadi sebuah koma
Terbukalah sebuah indera
Keadaan taklagi sama
Indera merasa berbeda
Tanpa sela, ada rasa
Diri terasa makin istimewa
Dengan rasa didalamnya
Dengan bimbang dibaliknya



Semua harus berakhir
Dengan sebuah titik
Keadaan taklagi sama
Terasa istimewa
Walau jiwa
Gundah gulana,
gegap gempita
Hancur

Kapankah kiranya
Kau tahu rasa
Di dalam dada

Hingga akhirnya,
Bait ini harus berakhir
Dengan sebuah titik
Read More..

Wednesday, April 20, 2011

Tetaplah Berdiri




Dahulu semua terasa begitu berat
Menempuh jarak berpuluh puluh
Meronta berlinang air mata

Hingga saat inipun,
Sedihku tiada pernah henti
Menghadang aral silih berganti
Menahan setiap kesakitan



Satu hal yang melegakan hati
Bahkan hingga kini kumasih berdiri
Dan lebihnya lagi
Engkaupun berdiri
Entah berapapun luka yang kaualami
Entah kapan semua terobati

Akankah mampu ku lewati
Jalan berduri yang telah menanti
Debu yang akan menyapa mata
Angin yang akan mematahkan setiap asa

Mungkin tidak akan mampu bila sendiri
Namun bila bersamamu,
Keyakinanku pasti


Surabaya, 14 April 2011
Terajut bersama kekagumanku padamu
Atas ketegaran yang tak pernah pudar
Atas kesabaran yang tak pernah habis
Terlebih, atas semangat yang terus memancar
Read More..

Sepucuk Surat Cintaku



Assalamualaikum wr.wb.



Dik…

Untuk kesekian kalinya kita bercakap-cakap. Walaupun tidak saling bertatap muka, walaupun isi pembicaraanya tidak melewati batas-bats kewajaran, tapi hati merasakan sesuatu. Sejujurnya, di hati ini saya menolak. Saya takut di balik niat baik kita tersebut (insyaAllah), syaitan selalu menanti kelengahan kita. Saya takut, yang semula niat suci hanya untuk minta keridhaan Allah swt, tercemari oleh nafsu-nafsu dunia. Di balik- percakapan-percakapan kita tersebut, timbul rasa senang.

Syaitan sudah memasang perangkapanya di hati ini. Saya takut hati yang semula ikhlas, menjadi timbul penyakit-penyakit hati. Sedangkan Allah telah berfirman.” Dan jangalah kamu dekati zina, sesungghnya zina itu adalah sesuatu perbuatan keji dan buruk.” (al isra:32)



Dulu, hati ini pernah mengalami seperti itu. Sekarang saya ingin menata hati ini yang telah terpecah-pecah hanya untuk mengharap ridhaNya. Mungkin engkau bisa menjaga hatimu. Tapi aku? Aku butuh perjuangan keras agar jangan sampai terjatuh untuk yang kedua kalinya. Padahal aku sudah memintamu agar bisa membicarakan persoalan melalui email. Dengan email, hanya pokok persoalan saja yang tertuang. Tidak ada senda gurau, kalaupun ada hanya sebuah simbol senyum. Awalnya, engkau terima saran ini. Selanjutnya mungkin engkau lupa pesanku tersebut. Saya hanya bersuudzon, karena hanya alternatif ‘lupa’ itu saja yang bisa ku temukan.



Dik..

Kalau memang sudah ditakdirkanNya, saat-saat itu hanya tinggal beberapa bulan lagi. InsyaAllah. Bersabarlah Dik, janganlah engkau torehkan sebersit garis hitam selama penantian itu. Saya yakin, engkau tidak bermaksud menorehkan noda tersebut.

Kelak, bila masa tersebut telah tiba, semuanya menjadi milikmu. Yang dulunya diharamkan oleh Allah, menjadi halal bagimu. Tapi tunggulah untuk beberapa saat. Sebentar lagi. Selama menunggu, ada kesempatan untuk menata hati. Melalui suatu ikatan, Allah akan memberikan banyak keindahan dan kemuliaan.



Dik …

Semula saya menerimamu karena dien yang engkau miliki. Bukan karena harta atau keluarga engkau. Aku ingin kelak engkau bisa membimbingku untuk selalu bisa berjalan di jalanNya. Aku ingin kelak bisa berdakwah bersama engkau. Aku ingin.. ingin… dan semua keinginan muncul, setelah engkau meminta kesediaanku untuk menemanimu dalam menempuh kehidupan ini. Aku khawatir, semuanya akan kandas di tengah jalan sebelum masa penantian tersebut tiba. Tentu engkau tidak mengharapkan hal itu terjadi.

Bantu aku Dik, bantu untuk tidak selalu sering berhubungan. Hati ini masuh rapuh sekali, retakan2 hati ini masih basah, belum merekat dengan erat. Jangan sampai retakan2 itu kembali menjadi puing. Sungguh, sulit sekali bagiku untuk menatanya lagi.



Dik …

Aku mohon periksalah hati ini. Sudah niat diikhlaskan hanya untuk mendapatkan ridha Allah? Atau karena ada yang lain? Karena kekecewaan terhadap seseorang atau lingkungan yang tidak sesuai harapan? Allah maha pengampun Dik, menangislah mohon ampunan apabila niat tersebut sudah berubah ke jalannya syaitan. Istighfarlah Dik.

Malam ini, aku bermunajat kepadaNya. Mohon diluruskan jalan yang akan aku tempuh. Mohon ampun atas segala kekhilafan yang telah aku lakukan sebagai makhluk yang tidak luput dari kealpaan. Ya Rabbi, bersihkan hati ini dari kotoran-kotoran yang membuat hamba lalai dalam beribadah. Dari kejahatan-kejahatan teselubung yang tiada hamba sadari. Ampuni hamba ya Allah. Amin.



Dik …

Semoga ini mewakili aku yang tidak berani menghubungimu. Dan semoga engkau mengerti alasan mengapa selama ini aku jarang sekali untuk memulai suatu pembicaraan. Sekali lagi maaf, bila hal ini mengganggu engkau, ini semata2 aku lakukan buat kemaslahatan kita bersama.

Jazakumullah khairan katsira.
Wassalamualauk wr.
(dikutip dari artikel dg sedikit editan)

sumber : http://ukki.eepis-its.edu/
(silahkan tag siapa saja yg mau di tag)
Read More..

Sunday, April 17, 2011

Aku Benci Keadaan Ini



Ini memang sama sekali bukanlah keadaan yang baik
Ingin sekali rasanya aku memaki, mencaci,
Dan meludahi semua yang terjadi

Namun bagaimanapun jua
Tidaklah mampu kuubah nyata
Bahwa disinilah aku tumbuh
Disini kutemukan hidup
Dan disini pula aku menemukan diriku
Aku dengan segala baik dan burukku



Haruskah kumaki kedadaan yang membuatku begini
Ataukah harus kunikmati,
Meski sakit tidak terperi

Maka manusia,
Bersyukurlah
Ketika keadaan adalah sama dengan impianmu


Ponorogo, 16 April 2011
Betapapun aku membenci keadaan ini,
Kenyataanya, disinilah kutemukan hidup

Read More..

Sunday, April 10, 2011

Salahku




Engkau datang
Dengan luka yang tak jarang
Mengerang, menangis kesakitan
Bahkan membenci setiap yang datang

Mungkin kau terlalu tersakiti
Hingga tiada lagi mampu berdiri
Mungkin kau terlalu membenci
Hingga tiada lagi mampu membuka hati

Dan kuberikan semampuku
Tentang hati
Tentang cita
Dan tentang menerjang tiap aral melintang



Namun bukan,
Bukan rasa
Hanya inginkanmu berdiri
Dan kembali menyapa dunia

Ataukah kau terlanjur salah kaurasa
Hingga membuatmu kembali luka
Bukan, bukan karena dunia
Namun karena aku

Aku yang menuntunmu kembali berjalan
Aku yang menghampiri saat luka kaualami
Aku yang menyalakan semangat itu lagi
Aku yang pernah membukakan mata hati

Namun apapun jua
Luka itu terlanjur kembali menganga
Mengalir disetiap nadi
Menjalar di sela sela sendi

Mungkin aku ingin memaki
Mungkin kau ingin mencaci
Memuntahkan segala kebencian rasa
Melampiaskan segala kecemburuan dendam

MAkilah, Cacilah
Aku akan tetap bahagia
Karena setidaknya, engkau telah kembali berdiri
Dan kembali menatap hidup penuh duri

Mungkin memang aku salah
Telah pernah hadir pada hati yang salah
Namun akau akan tetap bahagia
Karena setidaknya, engkau telah kembali berdiri
Dan kembali menatap hidup penuh duri


Surabaya, 10 April 2011
Maafkan atas segala kelancanganku,
Yang pernah hadir di hari harimu,
Semoga engkau tetap akan berdiri,
Menatap hari hari penuh duri,
Read More..

Friday, April 8, 2011

Kenapa Hati




Hati,
Kenapa bertemu disaat begini
Saat saat kesendirian menghampiri

Hati,
Kenapa harus begini
Mengoyak hati atas prinsip yang ingin kuyakini

Hati,
Kenapa seolah memberi hati
Disaat semua terasa pergi

Hati,
Kenapa selalu samar begini
Padahal ku takmampu mengartikan setiap getaran ini





Hati,
Kenapa seolah engkau peduli
Pdahal bukan sanak, bukan saudari

Hati,
Kenapa selalu ingin bersama
Padahal bukan sepasang sejiwa

Hati,
Kenapa tiba tiba pergi
Padahal hati menunggu disini

Hati,
Mengapa kurasa kehilangan
Padahal tak pernah aku memiliki

Hati,
Kenapa lari
Padahal dahaga ini belum terobati

Hati,
Kenapa selalu datang dan pergi
Dan selalu menyisakan luka hati

Hati,
Sebaiknya engkau pergi
Karena aku tak ingin ada sakit lagi

Hati,
Janganlah engkau datang lagi
Biarlah hati sendiri disini

Hati,
Aku ingin kembali
Kembali pada kebenaran sejati yang kuyakini

Hati,
Aku ingin hidup dalam kebenaran sejati
Kebenaran yang datang dari Ilahi

Hati,
Dengan keyakinan ini
Mampukah aku menjaga hati hingga nanti,Dari hati hati yang silih berganti

Hati,
Bagiku hati itu suci,
Harus dijaga,
Dan dipertanggung jawabkan di hadapan Ilahi

Hati,
Akan kujaga engkau sampai nanti
Dan akan pasrahkan hanya pada dia yang pula menjaga hati

Hati,
Akan tetap kujaga hingga nanti
Hingga datang dia yang juga menjaga hatiUnruk bersama sama, menghadapkan hati pada Illahi

Hati,
Akan kujaga keyakinan ini
Semoga semua halang dan rintang tidak akan menjatuhkan hatiku lagi

Read More..

Thursday, March 31, 2011

Betapa Naifnya Diriku Ini





Sejak semula, aku tlah merasakannya
Namun karena aku yang malu pada diriku,
Semua kubiarkan lewat begitu saja

Sekian waktu berlalu
Rasa ini terus saja kembali muncul
Kemudian datanglah sebuah ilmu padaku
Ilmu yang berkata bahwa rasa ini tidaklah benar
Ilmu ini seakan memberi dorongan baru
Dan memberiku kekuatan untuk membohongi diri



Saat orang lain bertanya padaku
Kubilang bahwa rasa ini memang salah
Tapi di sisi hatiku yang lain
Akupun merasakan perasaan ini
Dan hingga kini aku masih sulit menghindari

Semenjak itulah aku sadar
Betapa Naifnya diriku ini

Read More..

Monday, March 28, 2011

Bagaikan Bulan dan Matahari




Ibarat matahari dan bulan,
Saat matahari tenggelam, sang bulan bersinar
Tapi saat matahari kembali, bulan meredup lagi

Begitupun diriku
Terangku semata mata hanya karena cahayamu
Saat engkau tiada lagi denganku
Saat itulahaku meredup lagi




Dari semula
Aku memang tak mampu menerima cahayamu
Yang hingga kini kupaksakan untuk menerangiku

Sungguh
Cahayamu memang terlalu terang bagiku

Read More..

Sunday, March 20, 2011

Jangan Hentikan Keluhmu Itu






Keluh kesah lembutmu
Memenuhi setiap sendi malamku
Memaksaku besyukur
Akan tiap ketegaran yang kudapati

Namun maaf
benar benar maaf
Akupun tidak sekuat itu
Setegar karang menghadang tiap ombak datang



Hingga rintihan yang menghampiri malamku
Hanya berbalas kepedihan yang sama pula
Bahkan mungkin,
Keluhku jauh lebih memalukan

Namun aku cukup bahagia
Karena setidaknya
Untuk setiap kepedihan yang datang
Akan ada yang mengeluh bersamaku

Mungkin mereka memandangku kuat
Namun sungguh
Kata lembutmulah yang buatku bertahan
Entah bagaimana diriku
Jika tak kudapati semangatmu itu

Bagiku
Disetiap keluh kesahmu
Engakulah kekuatan itu
Yang akan selalu mampu bertahan
Sedari mula, tengah
Hingga di akhir perjuangan

Karenanya kumohon
Tetaplah bertahan
Bersama menghalau tiap kepedihan
Karena bagiku
Engkaulah kekuatan itu

Untuk yang selalu mengeluh disana...
Tetaplah mengeluh...
Karena dibalik keluh kesahmu itu...
Engkaulah yang paling sanggup bertahan...
Karena bagiku...
Dirimulah kekuatan itu...

Surabaya, 20 Maret 2011
Areyessintesis
Read More..

Tuesday, March 15, 2011

Pertama (Hikayah Titik Koma #1)

Saat pertama aku melihatmu
Timbullah sebuah tanda Tanya
Saat aku melihatmu bicara
Timbullah tanda seru
Menggebu gebu
Di dalam hatiku

Semakin aku melihtmu
Semakin besar si tanda Tanya
Tapi, timbul pula sedikit koma
Akankah kau sudah takbisa



Ah, persetan dengan koma
Tanda Tanya mengalahkan segalanya
Kuberanikan mendekatimu
Dengan apa adanya diriku

Saat aku melihatmu
Saat kau bicara padaku
Kurasa jantungku berhenti
Hidup seakan mati suri

Kini,
Saat kata ini harus terhenti
Dengan sebuah titik
Seribu tanda tanya
Masih mengganjal hati
Apa…?
Mengapa…?
Bagaimana…?
Dan seterusnya
Hingga terpakai semua kata

Oh titik
Mengapa engkau harus ada
Hingga
Menghentikan lamunanku tentang dia
Titik
Read More..

Sunday, March 13, 2011

Diantara Dua Pilihan

Liburan yang menyenangkan
Tiba tiba berubah
Hanya karena dua buah pilihan
Ya, dua buah pilihan menyebalkan



Tapi apa daya
Salah stunya harus dikerjakan
Pekerjaan yang sama sama menyulitkan



Ini bukanlah keluhan
Ini hanya ungkapan
Tentang dua pilihan menyebalkan
Dimana salah satunya
Harus dikerjakan

Hingga tulisan ini kuakhiri
Masih terdapat kebingungan di hati
Tentang apa yang harus kutulis nanti
Read More..

Friday, March 4, 2011

Teruntukmu Gadis yang Selalu Kutunggu

Andai engkau tahu
Sebuah jiwa yang kan merengkuhmu
Segumpal hati yang ingin berbagi rahasia
Sebentuk bibir yang kan selalu tersenyum padamu
Sebidang dada yang menunggumu tuk bersandar
Sepasang bola mata yang terus memandang
Dengan kucuran air mata
Menanti kau datang dari kejauhan
Jemari yang kan mengusap peluhmu, menghapus air matamu


Namun tak perlu kau tahu
Biarlah ku tetap disini
Menunggu penuh rindu
Menanti tuk jadi tulang rusukmu
Berharap kan selalu bersamamu
Tuk arungi waktu....

Bersama sama
dalam duka
dalam bahagia
menunggu ketentuanNya
Read More..

Wednesday, February 23, 2011

Sajak Suatu Pagi

Wahai temanku
Kesinilah temani aku sekarang
Agar kau tak menyesal kemudian
Tuk menjadi saksi
Tentang sebuah peristiwa KeTuhanan

Ketika gunung tak lagi berwarna biru
Tapi keemasan
Ketika awan tak lagi kelam
Tapi berubah jingga
Ketika pohon tak lagi hijau
Tapi hitam tertimpa cahaya
Yang merekah di ujung cakrawala
Merenda siluet Maha Indah
Pada Suatu Pagi.




Made by: Areyessintesis
Inspirated by Win-M

Read More..

Monday, February 21, 2011

Tembang Pati

Poro sederek sedoyo
Jalwestri, enom lan tuwo
Elingo mbesok bakal tinimbalan
yen tinimbalan rakeno wakilan

Timbalane kang Moho Kuwoso
Gelem ora, bakal dipekso
Diklambeni mori
Yen wis budal rakeno bali


Nitih kreto
Roda papat sirah manungso
Jujugane mlebu guwo
Tanpo bantal, raono kloso

Den nduwure dipasang andang
Diuruk, disiram kembang
Sanak kadang podo nyawang
Podo nangis kelawan nembang

Made by Areyess
Inspired by Ipoel
Read More..